ANALISIS SEMIOTIKA IKLAN SEDERHANA

 

ANALISIS SEMIOTIKA IKLAN SEDERHANA

Tugas ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah

Hukum dan Etika Periklanan Dengan Dosen Pengampu :

Dr. Rama Kertamukti, S.Sos, M.Sn


Disusun Oleh :

Wisnu Adi Winahyu (19107030046)

 

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA OGYAKARTA

BAB I

PENDAHULUAN

 

            Periklanan merupakan fenomena bisnis modern yang memanfaatkan media massa untuk menawarkan suatu barang maupun jasa. Melalui iklan, sebuah produk maupun jasa ditawarkan kepada khalayak. Pada dasarnya tujuan iklan untuk mempengaruhi khalayak agar percaya dengan produk yang ditawarkan, hal ini disebabkan potensi iklan yang luar biasa dalam menciptakan opini dan persepsi masyarakat. Sebuah iklan diharapkan mampu menjadi jembatan untuk menanamkan kepercayaan pada masyarakat. Dalam memasarkan iklan diperlukan keterlibatan biro iklan yang memasarkan iklan melalui media tertentu yang bersifat massif seperti iklan siaran televisi, iklan di media cetak dan media baru seperti di Internet.

            Karena perkembangan industri semakin pesat, perkembangan iklan juga semakin meningkat baik dalam segi persaingan, ragam, maupun kualitasnya. Karena itu dalam memasang dan membuat iklan perlu memperhatikan hukum dan etika dalam periklanan agar memenuhi syarat dan tidak merugikan pihak manapun. Selain itu iklan harus dibuat menarik agar para audiens tertarik untuk melihat iklan dan dapat memahami maksud dari iklan tersebut. Belakangan ini marak iklan yang menggunakan iklan dalam bentuk sebuah gambar atau kalimat sederhana tentunya membuat berbagai presepsi jika dilihat secara gambling dimata orang awam.

            Karena itu didalam tugas ini akan membahas mengenai beberapa iklan sederhana yang akan dianalisis dengan unsur-unsur semiotika. yaitu kita akan membedah suatu simbol yang divisualisasikan dari berbagai tanda-tanda yang terdapat dalam iklan tersebut seperti warna, gerak tubuh, ekspresi wajah, ataupun gambar yang memiliki makna tertentu yang disesuaikan dengan kepentingan tiap produk. agar kita dapat emahami maksud daari pesan yang disampaikan iklan baik secara verbal maupun nonverbal.

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Definisi Semiotika

           Secara etimologis semiotika berasal dari kata Yunani simeon yang berarti tanda. Semiotik itu mempelajari sistem-sistem, aturan-aturan, dan konvensi-konvensi yang memungkikan tanda-tanda tersebut mempunyai arti. Sedangkan Secara terminologis, semiotik dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari sederetan luas objek-objek, peristiwa-peristiwa seluruh kebudayaan sebagai tanda.

           Semiotika Menurut Roland Barthes, adalah berupa audio visual yaitu dari bahasa, bahasa tubuh, pengambilan gambar, setting, tempat atau latar belakang, musik, sound effect serta tokoh yang memerankan iklan tersebut. Metabahasa dan konotasi merupakan hasil proses pengembangan dalam cara manusia memahami tanda (Hoed,2014). Menurutnya semiologi adalah mempelajari tentang bagiamana manusia memaknai sesuatu yang ada di sekitarnya. Jadi objek adalah tanda yang membawa pesan tersirat dan semiotika memiliki beberapa konsep inti, yaitu signification, denotation dan connotation, dan metalanguage atau myth (Yan dan Ming, 2014). Sugnification atau signifikasi adalah proses penandaan yang meilbatkan signifier (penanda) dan Signified (yang ditandai).misalnya adalah “motor”, yang signified-nya atau sigfikansinya adalah “Kendaraan berpenggerak mesin yang memiliki dua roda. maka“motor” muncul sebagai sebuah tanda bahasa. Inilah yang disebut sebagai sistem signifikasi.

        Kemudian Denotation (denotasi) dan conotation (konotasi) merupakan tahap dari signifikasi atau order of signification. Denotasi merupakan apa yang kita pikirkan sebagai sebuah literal, bersifat tetap, dan memiliki makna kamus sebuah kata yang secara ideal telah disepakati secara universal. Sedangkan pada konotasi adalah perubahan makna kata secara asosiatif ataupun makna tambahan. Barthes menambakan bahwa yabg dimaksud dengan denotasi yaitu Tingkatan makna deskriptif dan literal yang dibagi oleh sebagian besar anggota dalam sebuah kebudayaan. Sedangkan, yang dimaksud dengan konotasi adalah makna yang diberikan oleh signifier yang terhubung dengan kebudayaan yang lebih luas seperti kepercayaan, sikap, kerangka kerja dan ideologi bentukan sosial.

       

 







 

B.     Analisis Semiotika Iklan Sederhana dari Teori Roland Barthes

 

1.     


Iklan Samsung Power

Iklan tersebut jika kita lihat sangatlah simpel terdiri dari backround abu abu dengan gambar sarung tinju yang di ikat kemudian membentuk sebuah note musik kemudian gambar handpone dengan copy writenya serta logo Samsung berwarna biru di pojok kanan atas. jika kita liat makna didalamnya dengan menggunakan teori semiotika roland maka akan terlihat signifikansinya berupa sarung tinju melambangkan pukulan dalam kasus ini berarti kekuatannya kemudian membentuk sebuah note music melambangkan suara. Ilustrasi ini memberikan denotasi  sarung tinju berbentuk note music ini melambangkan suara yang memiliki kekuatan nonjok yang dimaksud nonjok adalah keluar atau dapat di dengar dengan sangat terasa

Kemudian hal itu diperkuat dengan copywrite iklan tersebut yang memperjelas makna iklan bahwa dengan handpone di sampingnya akan memberikan Knock Out Power Speaker yaitu kekuatan speaker yang dapat merobohkan, merobohkan dalam artian dengan memberikan suara yang sangat keras. kemudian logo Samsung di pojok kanan atas sebagai penanda bahwa iru adalah produk Samsung maka kemudian timbulah konotasi bahwa produk handpone Samsung dalam poster yaitu F400 dapat memberikan suara yang mantap dan terasa bagi pengguna

 

 

 

 

 

2.      Iklan Plant For The Planet


 Iklan tersebut jika dilihat terdiri dari sehelai yang mulai layu kemudian tengah nya memiliki lubang yang bentuknya mengilustrasikan pabrik dengan sisa pembuangan udaranya.  Signifikasi dari iklan tersebut adalah daun sebagai Signifier atau penanda dan yang ditandai yaitu daun merupakan bagian daripada pohon. Kemudian makna denotasi terdapar lubang yang membentuk pabrik dengan asap pembuangannya. Asap pabrik yang dikeluarkan menyebabkan pencemaran udara, sementara populasi pohon semakin menurun karena ditebangi untuk kepentingan pembangunan pabrik. Hal ini pada konotasi kemudian dijabarkan bahwa setiap daun dari pohon menanggung banyak karbon dioksida untuk menhasilkan oksigen.

 

 


 

3.      Iklan CAT Coral


ambar iklan diatas secara signifikansi memperlihatkan desain minimalis dengan gambar meara eifel di Paris, denotasinya adalah Prancis yang Nampak dari bentuk Menara eiffel terbentuk dari cipratan cat coral. Kemudian hal ini membuat makna konotasi bahwa bahwa cat tersebut akan kuat dan tahan karena sampai bisa digunakan pada menara atau bangunan yang sejatinya berada di luar ruangan.

 

4.      Iklan LEGO


 

Iklan lego tersebut Jika Analisis semiotika dari signifikasi iklan lego dapat dilihat di sini yaitu lego sebagai mainan anak yang berupa balok yang dapat dibentuk sesuai kreativitas. Denotasi yang ada pada iklan ini yaitu lego yang ditumpuk secara tidak beraturan namun membentuk bayangan tank yang melambangkan imajinasi. Konotasinya adalah Mainan bata lego dapat mengembangkan kreativitas

 

5.      Levis Slim Jeans

 


 

 

Dilihat singnifikansinya iklan ini menampilkan manusia lidi (STICK MAN) yang melambangkan manusia kemudian denotsinya ada pada kotak merah yang berupa merek dari celana Iklan tersebut mengandung makna konotasi bahwa produk Slim Jeans, tubuh kita, terutama bagian kaki akan terlihat lebih kurus dan kecil, sesuai dengan model jeans yang menekankan pada kata ‘Slim’ atau ketat. Saking kecilnya, seseorang bahkan diibaratkan menyerupai manusia lidi atau batang ketika memakai Levis Slim Jeans.


 

BAB III

PEUTUP

Mempelajari semiotika sangat penting dalam hukum dan etika dalam periklanan. Karena ikita akan menhadi mengetahui makna dari iklan baik secara gamblang maupun tersirat dan kita dapat mengetahui Jika iklan tidak dikemas secara menarik dan tidak memiliki makna, maka iklan tidak akan dilirik atau dilihat dan kita juga dapat tau mana iklan yang sesuai dengan aturan atau tidak.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://repositori.uin-alauddin.ac.id/4066/1/NURNANENGSI.pdf

https://core.ac.uk/download/pdf/151617309.pdf

 

Komentar