RTS Masli Bicara Mengenai Etika Pariwara Indonesia
MATERI ETIKA PARIWARA INDONESIA
OLEH RTS MASLI 2019
Diawali dengan pembahasan mengenai iklan obat payudara bernama yaitu bustecream dari nyonya meneer, RTS masli kemudian menjelaskan bahwa produk dalam iklan jadul tersebut termasuk iklan produk jamu atau pengobatan tradisional, menurut RTS Masli iklan tersebut menyalahi aturan periklanan dimana sebuah iklan dalam kateori obat tidak boleh mengeklaim penyembuhan. Ini dikarenakan tidak ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit secara instan didunia ini, rts masli menjelaskan bahwa obat seharusnya menggunakan kata “membantu” dalam penyampaiannya.
RTS masli menunjukan kekuatan dari sebuah iklan dengan memperlihatkan sebuah iklan dari luar negri dan kemudian meminta para peserta untuk mengamati dan menganalisis apa saja yang terdapat dalam iklan tersebut. Dari kegiatan tersebut terlihat bahwa iklan dapat menyampaikan pesannya tanpa harus menggunakan Copywrite. RTS Masli menjelaskan bahwa visual atau gambar merupakan sebuah bahasa yang dapat menyampaikan pesan. Berikutnya dijelaskan bahwa sebuah iklan itu ditujukan kepada khalayak atau audien agar mereka memberikan feedback yang sesuai dengan tujuan pengiklan. Karena itu dalam Penyampaiannya hendaknya pengiklan menyampaikan pesan atau informasi dari suatu produk dengan secara persuasif (mempengaruhi) dan dikemas secara kreatif agar iklan dapat dierima oleh audien. Ini dikarenakan tugas dari sebuah iklan tidak hanya memasarkan/ mempromosikan namun juga menghibur, menyampaikan pesan, dan edukasi. Hal terebut juga bertujuan agar saat iklan dimediakan maka audience akan menimbulkan respon atau feedback apaapun bentuknya, maka dengan demikian iklan dapat dikatakan berhasil.
Berikutnya RTS Masli Menyampaikan mengenai sistem periklanan sebagai
berikut:
1.
Sumber
Dijelaskan bahwa sebuah
produk apapu jenisnya dalam iklan haruslah memiliki informasi mengenai produk
tersebut. Biasanya informasi ini mencakup mengenai keunggulan dari produk
tersebut, dalam hal ini informasi tersebut berasal dari sumber yaitu produsen
atau advertiser berupa sebuah brief yang kemudian diberika kepada agensi iklan.
2.
Pesan
Adalah informasi yang telah
dikemas secara persuasif yang dibuat dan diolah oleh agensi dengan berdasarkan
brief dari produsen
3.
Saluran
Adalah ketika pesan
tersebut disampaikan kemedia untuk dikemas dan disebarluaskan
4.
Masyarakat
Adalah ketika iklan sampai kepada
masyarakat
RTS
Masli menjelaskan bahwa iklan akan selalu bekerja seperti diatas, jika tidak
maka iklan akan rusak atau gagal. Periklanan adalah proses berasal dari
gagasan, kemudian direncanaan, dilaksanaan, kemudian pemantauan,kemudian adanya
umpan balik, dan akhirnya evaluas(penakaran). RTS Masli juga menjelaskan
bahwasanya sistem ini berbeda dengan reklame atau biro iklan. Jadi periklanan
adalah segala jenis hal yang mencakup penjualan, pemasaran dan semua kegiatan
yang adahubungannya dengan mengangkat suatu produk kepada konsumen.
RTS
Masli menjelaskan bahwa periklanan memeiliki beberapa tujuan umum sebagai
berikut:
1.
Menciptakan
pengenalan
Mengenalkan merek/produk/perusahaan
yang tadinya tidak dikenal akan menjadi dikenal atau diketahui masyarakat.
2.
Memposisikan
Membentuk posisi dari
sebuah produk/ merek/ perusahaan agar mempermudah perencanaan kedepannya
3.
Mendorong
Prospek untuk mencoba
Membuat sugesti/ persuasi
kepada masyarakat agar mencoba menggunakan produk
4.
Mendukung
Penjualan
Membuat masyarakat ikut
menjual
5.
Membina
loyalitas
Membuat konsumen terbiasa
menggunakan produk hingga tidak mau beralih karena sudah terbiasa dan akhirnya
menjadi loyal.
6.
Mengumumkan
Pemanfaatan
Dicontohkan bahwasannya
dulu orang meminum air putih dengan dimasak dan dimasukan kendi namun dengan
adanya produk air kemasan membuat masyarakat berubah dan akhirnya membuat air
kemasan sebagai produk keseharian, meski harganya lebih mahal.
7.
Meningkatkan
Citra
Membuat masyarakat mengakui dan
mempercayai suatu produk, merek, atau perusahaan.
RTS
Masli menjelaskan bahwa Etika Periklana adalah regulasi bagi dan marketing communication,
periklanan dsb tidak bisa lepas dari regulasi yang ada ini, baik itu
advertising, selfpromoting, PR, bahkan kehumasan, semua pihak yang terlibat harus
mematuhi regulasi tersebut. RTS Masli juga menunjukan puhak atau komponen yang
terlibat dalam promotions industri, adapun hal tersebut ada dalam gambar
tersebut :
Beliau
juga menjelaskan bahwa semua proses dan tahap advertising dari visual, grapic, writing, promotion, creative
strategy, creative brief, advertising, branding, measuring. tidak dapat
lepas dari etika periklanan yang sejatinya ada untuk menuntun dan menunjukan
jalan yang benar dan layak.
RTS Masli memberiahu bahwa proses advertising
atau periklanan akan selalu melewati proses yang sama yaitu sebagai berikut:
Selanjutnya
RTS Masli menjelaskn bahwa periklanan merupakan komponen integral dan
pemasaran. Periklanan juga merupakan salah satu metode komunikasi pemasaran,
periklanan akan lebih efektif jika didukung dengan metode komunikasi lain
karena perlu aspek lain untuk mendukung keberhasilan dari sebuah campaig. Iklan
membutuhkan adanya pengenalan khalayak juga menjual harga,distribusi, promosi,
layanan, dan citra. Serta iklan dapat
membentuk sebuah sikap atau opini dalam masyarakat. iklan harus ditetapkan
dengan teliti dan ditetapkan sebagaai suatu investasi.
Periklanan
membantu terciptanya ekonomi dengan skala besar bagi tiap produk, sehimgga dapat
menurunkan dan distribusi per unit atas produk itu, jadi iklan dapat memurahkan
harga jualnya terhadap masyarakat ketika pada gilirannya. Menurut masyarakat
iklan membuat produk menjadi mahal namun pada kenyataannya jika teori diatas
benar dan distribusi terjadi benar/ merata maka harga akan turun karena sifat
mass membuat jumlah menjadi diperbesar sehingga akan ada penekanan harga.
Iklan
memiliki 2 kandungan yaitu informasi dan persuasive dimana hal tersebut harus
dikemas secara kreatif. Ketika sebuah iklan unsur persuasifenya lebih dominan
daripada informasi maka akan membuat iklan menjadi melanggar etika. Iklan memberikan
informasi relevan, fokus dan cepat tanpa mengurangi atau mengorbankan hak
masyarakat dan konsumen untuk memilih dan menolak produk untuk mereka tolak.
Sasaran
akhir dari iklan adalah penjualan karena itu periklanan tidak dapat membohongi
dan menyesatkan masyarakat. Jika iklan tersebut membohongi masyarakat itu
justru akan membuat produk tersebut di tinggal oleh masyarakat
Aspek
Hukum Dalam iklan, ada tiga azas hukum periklanan yaitu iklan harus jujur, kedua
iklan harus bersaing secara sehat, dan yang ketiga melindungi, menghargai
khalayak, tidak merendahkan agama, budaya, negara, golongan, serta tidak
bertentangan dengan hukum yang berlaku.
Penataan
hukum bagi medianya harus terkait dengan aspek ekonomi dan kurtural. Aspek ekonomi
meliputi pengaturan media yang harus menjamin berkembangnya persaingan bebas
dengan maksud agar saat pada gilirannya pelaku usaha menekan harga jual dan
meningkatkan mutu, dan layanan produk agar bermanfaat bagi masyarakat.
Tata
Krama atau etika sifatnya adalah tidak mengikat atau normative, yang artinya
itu bergantung kepada hati nurani, kemudian tidak ada kejelasan yang mengawasi,
tidak ada saksi yang meberatkan. Pengawasan dan pembinaan disini bersifat tidak
efektif karena sering disalahgunakan karena prosesnya memakan waktu 3-4 bulan
sementara iklan sudah tayang dan membentuk presepsi masyarakat.
Sedangkan
Peraturan sifatnya mengikat, ada pengawasan yang jelas dari lembaga yudikatif, legislative,eksekutif
kemudian memiliki rambu-rambu yang jelas bisa berupa Peraturan mentri, Perpres,
UU, Landasan negara dsb, memiliki sanksi yang jelas berdasarkan aturan yang
ada.
Tanggung
jawab dalam dunia periklanan adalah yang pertama yang bertanggung jawab adalah
pengiklan sebagai pemilik sumber informasi mengenai produk. Selanjutnya adalah
Agency yaitu yang mengatur segala jenis penggunaan kata dalam sebuah iklan. Kemudian
selanjutnya adalah media yang bertanggung jawab sebagai penyebar iklan.
Disesi
selanjutnya RTS Masli menjelaskan mengenai bagaimana keseluruhan iklan dibuat
dengan baik dan benar, pertama beliau mengakatan dari segi marketing yang
disebut dengan marketing mix yang meliputi mengapa produk harus di iklankan,
apa alasan konsumen membeli, dan siapa target audience. Kemudian yang kedua adalah
bagaimana penyampaian pesan ini adalah tugas kreatif dan agency, berikutnya
yang ketiga adalah media yaitu menentukan media yang digunakan agar efisien
serta efektiv, dan yang terakhir dan terpenting adalah konsumen, yaitu presepsi
apa yang akan dibentuk, attitude apa yang diharapkan dari konsumen.
Adapun gambaran lebih jelasnya adalah sebagai berikut :
RTS Masli menjelaskan bahwa sekarang
ini muncul personal communication dalam periklanan, ini dikarenakan
perkembangantehnologi yang memungkinkanadanya respons instan dan feedback
secara cepat.
Untuk
profesi dalam periklanan RTS Masli mengatakan bahwa nantinya sudah tidak bisa menjadi
generalize atau serba bisa karena profesi dijadikan profesionalis. Namun profesi
menjadi banyak pilihan, dan bahkan dari sekian pilihan masih bisa dipecah lagi.
Sekarang ini Industry periklanan dibagi menjadi tiga yaitu, in-home, in-life,
dan in-store. In-home ada ER, publishiti, diricting, advertising, kemudian ada
in-life terdiri dari partnership, promosi, kemudian In-Store ada gerakan agar
orang-orang memberikan feedback seperti membeli produk dan masih banyak yang
lain.
Kemudian
dalam sesi pertanyaan RTS Masli menjelaskan bahwa etika periklanan belajar dan
berkembang setiap generasinya, pada zaman dulu iklan mendapat banyak kritik
dari masyarakat sehingga peraturan dan etika periklanan berkembang dan berubah menjadi
yang sekarang ini.
Komentar
Posting Komentar